Sabtu, 19 April 2014
CERITA RERUMPUTAN
Oleh Santa
Pernah kau dengar angin disana berbisik
Menggesek pucuk rumput yang bergoyang
Sebuah balada para pemimpi
Angin genggam seribu nyawa impian kami
Saat kedua tangan menengadah ditengah malam
Sepertiga malam iyaa itu maksudku
Jangan hiraukan anjing menggonggong dan kafilah tetap berlalu
Saat-saat ini menjadi begitu sunyi ketika kau resapi seorang diri
Yang suka tertawa ayoo tertawa
Tapi kenapa malah diam menatap kosong pasir-pasir pantai
Meremas bulir-bulir semangat yang bercucuran
Seolah-olah bahwa perjalanan hanya ada hari ini
Kawan coba menoleh kebelakang dan gambarkan sebuah lukisan masa depan
Bukan celoteh atau pun cuap-cuap belaka
Jangan biarkan mereka memandangmu sebelah mata
Bila mereka berpikir kau manusia tak berguna
Buktikan bahwa mimpi tak hanya jadi mimpi
Tapi akan menjadi tembok kokoh sebuah impian real
Apapun maumu
Apapun inginmu
Percayalah bahwa impian itu akan tercapai senantiasa
Dengan doa’ dan ikhitiarmu
Orang yang berhasil bukan dilahirkan dari keluarga kaya
Bukan dibesarkan diistana megah
Tapi didikan dan proses hidup yang mengajarkan kita untuk maju
Menjadi yang terbaik meski bukan paling baik
Jangan bangga dengan harta orang tuamu sobat
Mereka sudah renta sebentar lagi tak mampu memenuhi setiap maumu
Bahagiakan mereka sebelum kau tak mampu untuk itu
Cerita rerumputan mengenangku pada sebuah perjuangan
Rumput akan kembali tumbuh meski diinjak berkali-kali
Subur dan akan semakin subur
Semoga kita pun akan menjadi rumput yang tahan hujan maupun panas
Bertahan untuk maju meski banyak hal menghalang.
Ingatlah hidup ini unik
Tetap nikmati meski nanti kita bosan
Dan akhirnya kita tahu bahwa perjuangan akan terus kita jalani
Sesukar apapun pencitraannya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar